Home > bantuan > Keistimewaan Sholat Tarawih

Keistimewaan Sholat Tarawih

oleh Suyono S Adiraharja

Kepala SMP Negeri 3 Cikupa

TERJEMAH HADITS RIWAYAT ALI BIN ABI THOLIB

Riwayat dari Ali Bin Abi Tholib RA, ia bertanya kepada Nabi SAW, tentang keistimewaan sholat tarawih di bulan Ramadhan, Nabi menjawab, orang yang sholat tarawih di:

  • Malam yang ke-1 ia diampuni dosanya bersih seperti anak baru terlahir dari rahim ibunya (bersih dalam arti tidak ada dosanya sama sekali).
  • Malam yang ke-2 Allah mengampuni dosanya termasuk dosa kedua orang tua.
  • Malam yang ke-3 Malaikat Arsyi mengumumkan amalan tentang seorang hamba (siapa yang sholat tarawih di malam ke-3) Allah mengampuni dosa-dosamu yang lalu yang sudah terlupakan.
  • Malam yang ke-4 dia (yang sholat tarawih) mendapatkan pahala seperti pahala orang yang membaca empat kitab samawi, yaitu kitab Taurat (Nabi Musa AS), Kitab Zabur (Nabi Daud AS), Kitab Injil (Nabi Isa AS) dan Al-Qur’an (Nabi Muhammad SAW).
  • Malam yang ke-5 Allah memberikan pahala padanya seperti pahalanya orang yang shalat di tiga Masjid Jami’ yaitu Masjidil Haram di Mekah, Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Aqsho di Palestina.
  • Malam yang ke-6 Allah memberikan pahala kepadanya seperti pahala orang yang Thawaf di Baitul Ma’mur dan ikut memintakan ampun kepadanya sejumlah bebatuan dan benda keras lainnya.
  • Malam yang ke-7 Allah memberikan pahala seperti pahala yang diberikan kepada Nabi Musa AS dan pahala orang yang membantu Nabi Musa AS ketika melawan Fir’aun dan Hamam.
  • Malam yang ke-8 Allah memberikan pahala seperti yang diberikan Allah kepada Nabi Abrahim AS.
  • Malam yang ke-9 Allah memberikan pahala seperti ibadahnya Nabi Muhammad SAW.
  • Malam yang ke-10 Allah memberikan pahala kepadanya seperti Allah memberikan rizki seisi dunia dan akhirat.
  • Malam yang ke-11 jika ia meninggal dunia dinyatakan ia adalah orang yang terbebas dari dosa bagaikan baru terlahir dari rahim ibunya.
  • Malam yang ke-12 dia nanti dihari qiyamat wajahnya bersinar bagaikan bulan purnama.
  • Malam yang ke-13 dia di hari qiyamat akan merasa aman dari semua kejahatan.
  • Malam yang ke-14 Para Malaikat siap menjadi saksi sesungguhnya dia telah melaksanakan sholat tarawih dan Allah tidak akan menghisab di hari qiyamat nanti.
  • Malam yang ke-15 para Malaikat termasuk Malaikat Hamalatur Arsy dan Malaikat Hamalatul Kursiy mereka serempak membaca sholawat Nabi dihadiahkan kepada siapa saja yang sholat tarawih di malam yang ke-15.
  • Malam yang ke-16 Allah SWT menyelamatkan dia dari sengatan api neraka dan memasukkannya ke surga.
  • Malam yang ke-17 Allah memberikan pahala seperti pahala yang diberikan kepada para Nabi.
  • Malam yang ke-18 Malaikat memanggil-manggil: “Wahai hamba Allah sesungguhnya Allah telah ridho kepadamu dan kepada kedua orang tuamu”.
  • Malam yang ke-19 Allah mengangkat derajat siapa yang sholat tarawih di malam yang ke-19 di Surga Firdaus.
  • Malam yang ke-20 ia diberi pahala seperti pahala orang syahid dan orang-orang sholeh.
  • Malam yang ke-21 Allah membangun sebuah rumah untuknya di surga yang konstruksinya dari cahaya yang berkilauan.
  • Malam yang ke-22 ia di hari qiyamat akan merasa terbebas dari kesusahan dan kebingungan.
  • Malam yang ke-23 Allah akan memberikan sebuah rumah yang berada di jantung kota surga.
  • Malam yang ke-24 Allah akan memberikan padanya dua puluh empat doa ijabah.
  • Malam yang ke-25 Allah tidak akan mengazab di dalam kuburnya.
  • Malam yang ke-26 Allah akan meninggikan derajat pahalanya sebanyak empat puluh tahun.
  • Malam yang ke-27 ia dapat melewati jembatan shirathal mustaqim seperti kilat menyambar.
  • Malam yang ke-28 Allah memberikan 1000 kedudukan surga.
  • Malam yang ke-29 Allah memberikan 1000 pahala ibadah haji yang mabrur (kepada siapa yang shalat tarawih di malam yang ke-29).
  • Malam yang ke-30 Allah berfirman: “Wahai hamba-Ku! makanlah apa yang kamu suka di surga ini, mandilah kamu di Sungai Salsabil dan minunlah kamu di Telaga Kautsar yang airnya sejuk”.
SumberPenyusun : Kitab Durrotunnashihin fi Al-Wa’dhi wal Irsyaradi: Utsman Bin Hasan Bin Ahmad Syakir Al-Khobari, Ulama  Abad Ke-9, Penerbit Darul Ulum Haditsah, Beirut, Libanon Ijazah Dari Diberikan Kepada : Al-Ustadz Drs. Saurat Djasan, M.A.  Sujung, Tirtayasa, Serang, Banten: Drs. Suyono, Mauk, Tangerang
Categories: bantuan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: